4 Manfaat Bimbingan Pranikah Untuk Calon Pengantin

4-manfaat-panduan-pra-nikah-untuk-calon pengantin-1

Bimbingan pranikah saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh sebagian orang. Pro dan kontra dari isu ini juga muncul karena isu pemerintah Indonesia akan mewajibkannya tahun depan. Namun, program ini justru memfasilitasi proses masyarakat yang ingin melakukan pembekalan sebelum menikah.

Sebenarnya lembaga keagamaan sudah memiliki program ini. Bahkan, beberapa lembaga keagamaan mewajibkan calon pengantin untuk mengikuti tuntunan sebelum bisa menjalani akad nikah secara agama. Menurut Tim Bimbingan Nikah Kemenag Kementerian Agama (Binwin Catin Kemenag), materi bimbingan pranikah yang saat ini sedang dibahas oleh pemerintah adalah bagaimana mengatur hubungan dan mengatur kehidupan, bagaimana memunculkan prinsip kesetaraan dan kerjasama. , dan bagaimana memenuhi kebutuhan bersama. Anda juga akan diajarkan tentang cara mengenal karakter diri sendiri dan pasangan hingga cara mengetahui kesadaran diri.

Berikut adalah beberapa hal berguna yang dapat Anda dan pasangan pelajari dari kelas bimbingan belajar pranikah.

1. Mengurangi tingkat perceraian
Di Indonesia sendiri, ada dua juta pasangan pengantin baru dan 365.000 pasangan yang bercerai setiap tahun. Penyebab perceraian antara lain konflik berkepanjangan. Hal inilah yang akhirnya membuat pemerintah merencanakan program Bimbingan Pra Nikah. Perceraian sendiri seringkali disebabkan oleh masalah keuangan, kekerasan dalam rumah tangga, kurangnya komunikasi antar pasangan, pelecehan, perselingkuhan, hingga ketidakcocokan dalam hubungan. Melalui program konseling pranikah, Anda dan pasangan akan dibekali pemahaman tentang psikologi keluarga. Pembinaan ini juga menggunakan metode partisipan, artinya masyarakat yang mengikuti program ini dapat berpartisipasi aktif secara langsung. Jadi, tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga bisa berdiskusi.

2. Mengembangkan keterampilan komunikasi
Komunikasi adalah kunci utama dalam sebuah hubungan. Keterbukaan juga akan membawa Anda dan pasangan untuk saling percaya. Melalui program ini, calon mempelai akan dibekali bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan pasangannya sehingga terhindar dari masalah yang timbul dari kurangnya komunikasi dan keterbukaan itu sendiri.

3. Mengetahui tanggung jawab masing-masing pasangan
Hidup dalam satu atap dengan pasangan membuat kita tentunya memiliki tanggung jawab dan peran masing-masing. Contohnya antara lain mencari nafkah, mengatur keuangan, membersihkan rumah, mendidik anak, menjaga kehormatan anggota keluarga, dan sebagainya. Namun, pada kenyataannya masih banyak pasangan yang tidak menjalankan kewajibannya secara maksimal. Bimbingan pranikah sudah memiliki materi mengenai hal ini sehingga nantinya Anda akan memiliki ‘bekal’ yang kuat untuk dapat saling mengetahui peran dan tanggung jawab masing-masing.

4. Mengetahui cara menyatukan visi dan misi dengan pasangan
Setiap calon pengantin pasti memiliki impian yang akan diwujudkan di masa depan. Satukan visi dan misi Anda dengan pasangan dan berikan komitmen penuh untuk itu. Namun untuk menyatukan dua kepala dalam satu rumah tangga tentu bukan perkara mudah karena tentunya diperlukan penyesuaian untuk bisa membuat kesepakatan bersama. Dalam konseling pranikah, para ahli di bidang psikologi akan memberikan tips dari kami tentang cara mengomunikasikan visi dan misi dengan pasangan Anda dengan kepala dingin.

Secara garis besar bimbingan pranikah memiliki tujuan positif yang bertujuan untuk membantu calon pengantin mendapatkan bekal yang tepat untuk membangun rumah tangga. Tidak hanya lembaga agama, beberapa layanan konseling psikologis juga ditawarkan, dan juga dari pemerintah yang kemungkinan akan berlaku pada tahun 2020. Diskusikan dengan pasangan Anda saluran bimbingan pranikah mana yang cocok untuk Anda berdua.

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email