
Mencintai seseorang di Desa Kemiren Banyuwangi ibarat memasuki sebuah labirin budaya yang unik dan menantang. Di tanah tempat Suku Osing bermukim ini urusan jodoh tidak sesederhana bertemu lalu menikah. Masyarakat setempat mengenal tiga jalur utama menuju pelaminan yang masing masing memiliki drama dan aturan mainnya sendiri mulai dari yang paling ideal hingga yang paling nekat.
Mari kita telusuri bagaimana leluhur Suku Osing mengatur strategi asmara yang begitu rapi namun penuh dinamika ini.
Angkat Angkatan Jalur Ideal Perjodohan Sejak Dini
Jalan pertama adalah jalur yang paling mulus dan direstui oleh semua pihak yang disebut Angkat angkatan. Dalam tradisi ini benih cinta tidak tumbuh secara kebetulan melainkan dirancang oleh orang tua. Uniknya perjodohan ini bisa dimulai sejak calon pengantin masih kecil atau bahkan saat mereka masih berada dalam kandungan ibunya.
Meskipun terdengar kaku tradisi ini memiliki aturan seleksi yang sangat ketat demi kebaikan masa depan. Para orang tua harus waspada terhadap berbagai pantangan adat yang tidak boleh dilanggar. Ada pantangan bernama Adu Tumper yang melarang pernikahan antara sesama anak sulung. Ada juga Papangan Wali yaitu larangan menikah bagi anak dari dua saudara kandung laki laki serta Ngrubuhake Jajan Sabarang yang melarang perkawinan sepupu dari jalur saudara perempuan kandung. Semua aturan ini dibuat agar garis keturunan tetap baik dan harmonis.
Ngleboni Pembuktian Cinta Lewat Pengabdian
Lalu bagaimana jika cinta tumbuh di luar skenario orang tua. Seringkali terjadi situasi di mana laki laki dan perempuan saling mencintai namun orang tua pihak laki laki tidak setuju dengan gadis pilihan anaknya. Di sinilah tradisi Ngleboni menjadi solusi bagi pria yang berjiwa ksatria.
Dalam skenario Ngleboni sang laki laki akan mendatangi dan memasuki rumah pihak perempuan seorang diri. Ia datang bukan untuk menantang melainkan untuk melakukan Sembah Sungkem kepada ayah sang gadis sebagai tanda penghormatan tertinggi.
Jika sang gadis setuju untuk dinikahkan maka restu orang tua menjadi kunci selanjutnya. Pada momen inilah sang laki laki akan tinggal menetap di rumah calon mertuanya. Ia tidak hanya duduk diam melainkan bekerja dan mengabdi untuk mertuanya. Ini adalah masa pembuktian karakter bahwa ia layak menjadi imam meski awalnya sempat diragukan oleh keluarganya sendiri.
Kawin Colong Jalan Pintas Penuh Risiko
Jalan ketiga adalah yang paling dramatis yaitu Kawin Colong. Tradisi ini diambil ketika restu tidak kunjung didapat baik dari orang tua sendiri maupun pihak perempuan padahal kesepakatan antar pasangan sudah bulat.
Sesuai namanya pihak laki laki akan diam diam menculik pihak perempuan dan membawanya ke rumahnya untuk tinggal sementara. Namun ini bukan penculikan kriminal karena harus didasari kesepakatan bersama kedua belah pihak pasangan.
Dalam prosesi genting ini pihak laki laki wajib mengirimkan seorang utusan bernama Colok. Tugas Colok hanyalah menyampaikan kabar kepada orang tua perempuan bahwa putri mereka aman dan sedang menjalani prosesi Kawin Colong. Setelah Colok selesai bertugas barulah negosiasi sesungguhnya dimulai antara kedua keluarga untuk meresmikan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan.
Pesta Meriah Setelah Badai Berlalu
Apapun jalan yang ditempuh baik itu Angkat angkatan Ngleboni maupun Kawin Colong muaranya tetaplah sebuah perayaan agung. Setelah kesepakatan tercapai masyarakat Desa Kemiren akan menggelar rangkaian upacara pernikahan yang panjang dan sakral.
Mulai dari Ngirim Doa dan Mocoan Lontar Yusuf hingga arak arakan meriah yang membawa berbagai perabotan simbolis. Barisan pawai akan membawa Godong Kolang kaling Bokor Kinangan Bokor Kendi hingga Bantal Kloso yang semuanya memiliki makna filosofis mendalam tentang kehidupan rumah tangga.
Mengatur Pernikahan Rumit dengan Cara Modern
Kisah cinta Suku Osing mengajarkan kita bahwa setiap hambatan pasti ada solusinya baik lewat perjodohan pengabdian maupun keberanian mengambil risiko. Jika dulu peran Colok sangat krusial sebagai perantara komunikasi yang rumit kini kamu memiliki alat bantu yang jauh lebih canggih untuk mengurus komunikasi pernikahanmu.
Kamu bisa menggunakan eInvite.id sebagai perantara modern antara kamu dan para tamu undangan. Dengan fitur undangan online yang praktis kamu tidak perlu pusing mengatur pengiriman kabar bahagia ke berbagai tempat. Selain itu sistem buku tamu digital QR code dari eInvite.id akan membantumu mendata kehadiran kerabat dan keluarga besar dengan rapi sehingga arak arakan tamumu tertata dengan baik.
Biarkan tradisi leluhur menjaga kesakralan prosesi adatnya dan biarkan eInvite.id membantumu membereskan urusan teknis undangannya agar kisah cintamu berakhir bahagia di pelaminan.



