5 Godaan Menjelang Pernikahan dan Cara Menghadapinya

5-godaan-untuk-menikah-dan-bagaimana menghadapinya-1

Fotografi: iStock

Pernikahan tentu menjadi momen yang paling ditunggu oleh kedua mempelai. Berbagai persiapan dilakukan demi mewujudkan pernikahan impian. Tak jarang, banyaknya persiapan yang harus dilakukan membuat Anda lelah dan juga stres. Berbagai tantangan yang datang berupa godaan, dari dalam maupun dari luar, juga datang silih berganti yang memancing pikiran untuk membatalkan pernikahan. Apa saja godaan yang harus diantisipasi oleh calon pengantin? Dan bagaimana cara menghadapinya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

1. Tiba-tiba ragu tentang pasangan Anda
Fase ini kerap menyelimuti kedua mempelai menjelang hari bahagia mereka. Perasaan ragu untuk melangkah ke pelaminan bersama pasangan tiba-tiba datang menghampiri. Cara yang tepat untuk mengatasi keraguan ini adalah dengan berbicara dari hati ke hati dengan pasangan Anda. Katakan semua yang mengganggu pikiran Anda tanpa menyembunyikan apa pun. Ajak pasangan Anda untuk melakukan hal yang sama agar Anda bisa bekerja sama mencari solusi terbaik untuk masalah tersebut. Kedua, luangkan waktu waktu untuk diri sendiri sebanyak mungkin sehingga Anda tidak selalu memikirkannya. Misalnya, Anda bisa pergi ke suatu tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya, dan mencoba aktivitas yang menantang adrenalin untuk membuat hati dan pikiran Anda jauh lebih bebas. Terakhir, Anda bisa bercerita dan meminta nasihat teman dekat. Tentunya semua masukan dan dukungan dari teman-teman akan sangat berarti bagi Anda.

2. Kedatangan orang-orang dari masa lalu
Kedatangan mantan kekasih atau seseorang yang pernah memiliki tempat khusus di hati Anda adalah salah satu godaan yang sering terjadi pada calon pengantin, apalagi jika ia mendekati Anda dengan maksud dan tujuan tertentu. Ingatlah untuk selalu menjaga komitmen yang sedang dijalani. Pastikan kedatangan orang dari masa lalu hanyalah godaan sesaat menjelang pernikahan yang harus dihindari. Jaga jarak Anda darinya dan hindari percakapan yang intens sehingga Anda dapat menghindari hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai dia merasa bahwa Anda telah ‘membuka pintu’ untuk kedatangannya karena tidak menutup kemungkinan hal ini justru akan memicu pertengkaran antara Anda dan pasangan.

3. Gampang emosi saat berdebat dengan pasangan
Kesibukan dalam mempersiapkan pernikahan tidak menutup kemungkinan bisa membuat Anda lelah dan juga tertekan. Tanpa disadari, hal-hal kecil pun bisa memicu emosi Anda, tak terkecuali saat Anda berbeda pendapat dengan tunangan Anda. Alih-alih membiarkannya berlarut-larut sampai Anda berpikir untuk membatalkan pernikahan, cobalah untuk menghadapi segala sesuatunya dengan kepala dingin. Ingatlah bahwa masalah tidak akan selesai jika salah satu dari Anda atau pasangan tidak mau mengalah. Jangan pernah ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu dan mengakui kesalahan. Anggap saja pertengkaran yang Anda alami merupakan salah satu ujian kecil yang harus dilalui karena nantinya Anda dan pasangan akan mengalami ujian yang jauh lebih besar ketika telah menjalani kehidupan rumah tangga.

4. Terhanyut dalam lingkungan baru
Anda tidak perlu berada di lingkungan baru, seperti kantor baru, namun bertemu dengan orang baru juga bisa menciptakan godaan terkait kesiapan Anda untuk menikah dengan tunangan Anda. Terkadang, terlalu larut dalam kesibukan persiapan pernikahan, membuat Anda lelah dan menginginkan suasana baru. Dalam keadaan seperti ini, bertemu dengan orang baru bisa dengan mudah membuat Anda tidak lagi memprioritaskan pasangan, bahkan berujung pada perselingkuhan. Untuk mencegah hal ini, selalu ingatkan diri Anda tentang komitmen yang telah Anda buat untuk pasangan Anda dan bahwa tunangan Anda adalah orang yang paling mengenal Anda.

5. Perbedaan pendapat dari keluarga melelahkan
Apakah Anda dan keluarga pasangan sering berselisih paham? Atau, keluarga besar terlalu menuntut? Terkadang beberapa keinginan orang tua sulit diwujudkan oleh kedua mempelai karena situasi dan kondisi tertentu. Cobalah untuk melibatkan keluarga Anda dalam proses persiapan pernikahan untuk Anda dan pasangan. Ajak keluarga untuk berkontribusi dan menampung semua masukan dari mereka. Beri tahu mereka secara teratur tentang proses persiapan pernikahan Anda dan pasangan, terutama dari segi anggaran. Dengan begitu, tidak akan ada kesalahpahaman dengan orang tua.

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email