Pernikahan Adat Batak: Prosesi dan Makna

LP7A1570 min1
Undangan Online Batak

Pernikahan adat Batak adalah salah satu tradisi pernikahan yang kaya akan makna dan simbolisme. Pernikahan adat Batak melibatkan tiga unsur kekerabatan yang disebut Dalihan Na Tolu, yaitu hula-hula (pihak pemberi perempuan), dongan sabutuha (pihak semarga atau satu keturunan), dan boru (pihak penerima atau pembeli perempuan). Pernikahan adat Batak juga merupakan perkawinan eksogami marga, yang artinya pasangan yang menikah tidak boleh memiliki marga yang sama. Pernikahan adat Batak terdiri dari 14 prosesi yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Berikut ini adalah uraian singkat tentang prosesi dan makna pernikahan adat Batak:

1. Mangaririt

Mangaririt adalah tahap persiapan pernikahan yang meliputi memilih gadis yang akan dijadikan istri berdasarkan kriteria pria atau keluarganya. Tahap ini biasanya dilakukan jika calon pengantin prianya tidak dapat mencari pasangannya sendiri karena sedang berada di perantauan.

2. Mangalehon Tanda

Mangalehon tanda adalah tahap pemberian tanda apabila seorang pria telah menemukan wanita sebagai calon istrinya. Kemudian, keduanya saling memberi tanda. Sang pria biasanya akan memberikan sejumlah uang kepada wanita, sedangkan pihak wanita akan menyerahkan kain sarung kepada laki-laki. Dengan ini, mereka telah terikat satu sama lain.

3. Marhusip

Marhusip atau melamar, adalah tahap di mana pihak laki-laki melamar perempuan yang akan menjadi bagian keluarga mereka. Marhusip ini hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja dan utusan dari dongan tubu, boru, dongan sahuta. Pihak laki-laki akan ke rumah pihak perempuan dengan membawa makanan, berupa kue dan buah saja.

4. Martandang

Martandang adalah tahap di mana pihak laki-laki mengajak pihak perempuan untuk berunding tentang hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan, seperti sinamot (uang beli perempuan), parsanggul (uang untuk membeli perhiasan), parik (uang untuk membeli pakaian), dan lain-lain. Tahap ini juga dihadiri oleh para tetua adat dan tokoh masyarakat.

5. Mangido Hamoraon

Mangido hamoraon adalah tahap di mana pihak laki-laki mengumumkan kepada seluruh masyarakat tentang rencana pernikahan mereka dengan pihak perempuan. Tahap ini dilakukan dengan cara menggelar pesta makan bersama yang dihadiri oleh kerabat, tetangga, dan tamu undangan. Pihak laki-laki juga akan membawa hewan kurban, seperti babi atau kerbau, untuk disantap bersama.

6. Mangongkal Holi

Mangongkal holi adalah tahap di mana pihak laki-laki menggali lubang di halaman rumah pihak perempuan sebagai tempat menanam pohon pisang. Pohon pisang ini melambangkan kesuburan dan keberkahan bagi pasangan pengantin. Pihak laki-laki juga akan membawa sejumlah uang dan beras untuk diberikan kepada pihak perempuan sebagai tanda penghormatan.

7. Mangalahat Horbo

Mangalahat horbo adalah tahap di mana pihak laki-laki membawa hewan kurban, seperti babi atau kerbau, ke rumah pihak perempuan untuk disembelih dan dimasak. Hewan kurban ini melambangkan pengorbanan dan penghargaan kepada pihak perempuan yang telah melepaskan anak perempuannya untuk menjadi istri pihak laki-laki.

8. Mangupa

Mangupa adalah tahap di mana pihak laki-laki membawa sinamot (uang beli perempuan) dan barang-barang lain yang telah disepakati sebelumnya ke rumah pihak perempuan untuk diserahkan secara resmi. Sinamot ini melambangkan harga diri dan martabat pihak perempuan yang telah dipinang oleh pihak laki-laki. Sinamot ini juga menjadi hak milik pihak perempuan dan tidak boleh disentuh oleh pihak laki-laki.

9. Marhori-hori

Marhori-hori adalah tahap di mana pihak laki-laki dan perempuan saling memberikan hadiah, seperti pakaian, perhiasan, dan barang-barang lain yang berguna untuk kehidupan rumah tangga. Tahap ini melambangkan rasa cinta dan kasih sayang antara pasangan pengantin.

10. Marhusip Do Hot

Marhusip do hot adalah tahap di mana pihak laki-laki dan perempuan saling mengucapkan janji suci pernikahan di depan para tetua adat, tokoh masyarakat, dan tamu undangan. Tahap ini melambangkan ikatan suci antara pasangan pengantin yang telah disahkan oleh adat dan Tuhan.

11. Mardongan Tubu

Mardongan tubu adalah tahap di mana pihak laki-laki dan perempuan saling memperkenalkan keluarga dan kerabat mereka. Tahap ini melambangkan persatuan dan keharmonisan antara kedua belah pihak yang telah menjadi satu keluarga besar.

12. Marpangir Gondang

Marpangir gondang adalah tahap di mana pihak laki-laki dan perempuan menari bersama dengan diiringi oleh musik tradisional Batak, seperti gondang, suling, dan taganing. Tahap ini melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan pasangan pengantin yang telah resmi menjadi suami istri.

13. Marmarak

Marmarak adalah tahap di mana pihak laki-laki dan perempuan berangkat menuju rumah pihak laki-laki untuk tinggal bersama. Tahap ini melambangkan perpindahan status dan tempat tinggal pihak perempuan yang telah menjadi istri pihak laki-laki.

14. Marhata Sinamot

Marhata sinamot adalah tahap di mana pihak laki-laki dan perempuan mengadakan pesta makan bersama di rumah pihak laki-laki untuk menyambut kedatangan pihak perempuan sebagai anggota baru keluarga. Tahap ini melambangkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung pernikahan adat Batak.

Bagikan Arikel Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Artikel Terkait

enliven

Buat Undangan Cepat, Revisi Sepuasnya Dengan Aplikasi dari Enliven.id