Syarat dan Hak Istri Mendapatkan Nafkah Menurut Islam

Salah satu cara menjaga keharmonisan rumah tangga adalah dengan memenuhi kewajiban dan hak suami istri. Setelah menikah, salah satu hak yang harus diperoleh seorang istri adalah soal nafkah dari suaminya. Mata pencaharian ini meliputi sandang, pangan, dan papan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kemampuan untuk mencari nafkah adalah salah satu alasan mengapa Allah Ta’ala menentukan bahwa laki-laki lebih penting daripada perempuan. Lantas, apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Dalil tentang kewajiban suami menafkahi istri

Apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam?
Dalam Al-Qur’an, ada beberapa dalil yang memerintahkan suami untuk menafkahi istrinya. Tuhan Ta’ala dikatakan,

لِيُنْفِقْ لَيْهِ لْيُنْفِقْ ا ا اللَّهُ لَا لِّفُ اللَّهُ ا لَّا ا اهَا

“Hendaklah orang yang mampu memberikan nafkah sesuai dengan kemampuannya. Dan orang yang sempit rezekinya hendaknya menafkahinya dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan hanya apa yang Allah miliki. diberikan kepadanya” (QS. At-Thalaq: 7)

Apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam?
Dalam ayat lain disebutkan,

لَى الْمَوْلُودِ لَهُ الْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban seorang ayah untuk memberi makan dan pakaian istrinya dengan baik” (QS. Al Baqarah: 233)

2. Hak istri untuk mencari nafkah berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal

Apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam?
Seorang suami berkewajiban memenuhi kebutuhan primer istrinya, salah satunya adalah tempat tinggal. Hal ini tertuang dalam Al-Qur’an pada Thalaq ayat 6.

لَا لِتُضَيِّقُوا لَيْهِنَّ

“Tempatkan mereka (istri-istri) di tempat tinggalmu sesuai dengan kemampuanmu dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.” (Surat At-Thalaq: 6)

Apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam?
Selain perumahan, suami juga berkewajiban memenuhi kebutuhan makan dan minum, serta sandang bagi istrinya. Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, dia bertanya kepada Rasulullah saw Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kewajiban suami terhadap istrinya, Rasulullah bersabda,

ا ا ا ا ا – ا – لاَ الْوَجْهَ لاَ لاَ لاَّ الْبَيْتِ

“Kamu memberinya makan seperti kamu makan. Anda mendandaninya seperti Anda berpakaian – atau Anda mencoba -, dan Anda tidak memukul wajah istri Anda, dan Anda tidak menjelek-jelekkan dia dan tidak memboikotnya (dalam konteks nasehat) selain di rumah.” ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Kutipan dari Rumaysho, Selain tempat tinggal, kebutuhan pangan, dan sandang, istri juga berhak atas nafkah untuk belajar, nafkah untuk berobat, membeli perabot rumah tangga, serta nafkah pembantu dan pengasuh anak.

3. Syarat istri mencari nafkah untuk suaminya

Apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam?
Jadi, kapan seorang istri memiliki hak untuk mencari nafkah dan kapan haknya untuk mencari nafkah jatuh? Kutipan dari NU Online, Syarat utama bagi seorang istri untuk berhak atas nafkah adalah perkawinan yang sah. Sebab, setelah akad nikah berlangsung, fokus perhatian istri beralih ke suaminya.

Bahkan setelah menikah pun, istri harus menaati suaminya, tinggal di rumah bersama suaminya, mengurus rumah tangga, membesarkan dan mendidik anak bersama suaminya. Sebagai imbalannya, istri harus mencari nafkah yang cukup dalam rumah tangga.
Apa saja syarat dan hak seorang istri untuk mencari nafkah menurut Islam?
Syekh Sayyid Sabiq menyatakan bahwa ada lima syarat bagi seorang istri untuk mencari nafkah dari suaminya, yaitu:

  1. Suami istri terikat oleh akad nikah yang sah
  2. Istri menyerahkan dirinya kepada suaminya
  3. Suami memiliki kesempatan untuk bersenang-senang seperti suami istri
  4. Istri tidak menolak dipindah ke tempat yang diinginkan suami
  5. Kondisi suami istri normal secara seksual dan tidak di bawah umur

Jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, maka istri tidak berhak atas nafkah dari suaminya. Adapun besaran nafkah, semuanya dikembalikan kepada kemampuan suami dan kebutuhan istri.

Itulah penjelasan lengkap tentang syarat dan hak istri untuk mencari nafkah menurut Islam. Semoga Anda dan pasangan bisa bekerja sama dalam hal ini untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis, ya.

Share This Post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email